Mas Yono, Penggali Bonsai Semanding Tuban

Jumat, 19 Oktober 20120 komentar

Mas Yono
Memenuhi janji saya untuk berkunjung, tadi sore sepulang kerja saya ke rumah Pak Warsis, karena sebelumnya tidak kontak, saya tidak berhasil menemui Pak Warsis, yang ternyata pada sore tadi masih di Bojonegoro. "Pak Agung Lingkungan Hidup ya?", demikian sapa Bu Warsis ketika saya memasuki halaman Pak Warsis, "lho kok tahu bu" saya sedikit heran, saya pikir beliau tahu karena saya membuat tulisan tentang Pak Warsis, ternyata Bu Warsis wilayah kerjanya di sekitar tempat kerja saya :)

"Ambil bonsai pak, di Bojonegoro" demikian Bu Warsis memberitahu saya ketika saya tanya " Pak Warsis ada?". 
Saya lihat banyak materi bonsai  Kontes Bonsai ESGE 2012 di titipkan disana. "Begitulah Pak sebelum Kontes berangkat bersama dari sini dan selesai juga diturunkan disini", begitu Bu Warsis mejelaskan ketika saya tanya "Ini kok banyak meteri Kontes Bonsai ESGE 2012 ada disini?.

Karena tidak ketemu Pak Warsis, saya pun ke rumah Mas Yono, sambil membawa pasir lahar dan Trainmer yang saya beli di kios Pak Warsis,  perjalanan saya lanjutkan ke rumah Mas Yono, yang kebetulan tinggalnya tidak terlalu jauh dari Pak Warsis. Ini merupakan kunjungan perdana saya setelah membuat blog " Bonsai Tuban" dan "Tuban Bonsai".

Mas Yono di Halaman Rumahnya
Kebetulan Mas Yono ada dirumah. Saya lihat ada Bonsai Arabika (Acacia Sp)  yang juga di kenal dengan sebutan Klampis Ireng, sudah siap utuk di training/pruning di depan rumah Mas Yono. 

Mas Yono panggilan akrap Mas Subeggan Diyono, menggali bonsai sejak tahun 1997, sudah termasuk senior. Bapak dari dua orang anak ini sejak menjadi penggali bonsai, pekerjaan lamanya sebagai tukang las, ditinggalkan dan sepenuhnya pekerjaannya di fokuskan pada berburu/menggali bonsai, dan sebagai trainer bonsai. 

Diusianya yang hampir setengah abad, tepatnya 48 tahun ini masih kelihatan kekar, karena disamping pekerjaan pokoknya sebagai penggali bonsai, beliau juga aktif sebagai pelatih kempo di semen gresik, "melatih anak-anak pak, yang saya latih sudah ada yang dan 3, kalau saya sih cuma sabuk coklat" demikian Mas Yono sedikit bercerita hal lain selain bonsai, maklum "tidak pernah ikut ujian kenaikan tingkat, tapi saya senang anak didik saya ada yang dan 3, ini menunjukkan keberhasilan seorang pelatih", demikian argumen Mas Yono mengenai hal ini.

Men"training" Kalmpis Ireng
Terlihat banyak bakal bonsai hasil buruan Mas Yono, ada juga yang sudah di pruning dan sengaja diliarkan.... ada juga yang masih di belum di pot/pak sak....

Setelah melihat bakal bonsai hasil buruan Mas Yono, saya pun duduk ngobrol dengan beliaunya, sesaat kemudian istri Mas Yono membawa dua gelas kopi asli..... "silahkan diminum pak", demikian istri Mas Yono mempersilahkan saya untuk menikmati kopi buatanya. Saat bersamaan suasana mendung mulai menggelayut dan memang beberapa saat kemudian turun hujan, pantas saja sebelumnya suhu udara terasa panas sekali.

Sekitar hasil penjurian menjadi obrolan kami, Mas Yono pun sempat menceritakan pengalaman beliau saat menyaksikan suasana yang ada saat itu di moment Bali ASPAC 9th Bonsai and Suiseki Convention Exhibition 2007 di Hotel Grand Bali Beach Sanur.

Cemara Udang yang masih diliarkan
Kesan tenang, tegas dan lugas saya tangkap pada diri Mas Yono setelah sekian lama ngobrol, namun beliaupun sempat tertawa agak keras ketika saya mencoba menganalogkan pebonsai seperti seorang kyai.

Seorang Kyai, tugasnya adalah memperbaiki akhak santrinya.... demikian pula seorang pebonsai, ketika bakal bonsai datang, baik itu berupa bakalan (belum jadi) atau bonsai yang tidak terawat harus dibuat menjadi lebih baik. Perlakuan yang dilakukan, disamping memberikan pot dan media serta pupuk yang tepat, juga melakukan tindakan pemotongan/pemangkasan dan "mengawati" (mengarahkan cabang atau ranting dengan kawat). 

Tanaman Bonsai akan tumbuh subur jika diliarkan, namun karena proses pembentukan, cabang/panjang cabang yang tidak sesuai harus di potong, atau harus dibengkokkan dengan kawat !

Bakal bonsai masih di "sak"
Bagaimana rasanya jika keinginan kita harus di potong, atau keinginan kita harus dibelokkan tanpa ada daya utuk melawan karena di"kawati"?, tentu sakit...... tapi harus bisa menerima karena tidak ada pilihan lain karena "dikawati".... tapi sejatinya adalah dalam proses perubahan ke arah yang lebih baik....

Mendengar "guyonan" saya ini Mas Yono, manggut manggut, dan tertawanya meledak ketika saya sebut bahwa sebetulkan sampean itu "Kyai-nya Bonsai"..... Ha ha ha,  masuk pak.... masuk pak, sambil tertawa Mas Yono berkomentar :)

Selanjutnya, akan saya posting proses training dan repoting Asam jawa ( Tamarindus indica), sebuah langkah berani untuk merubah bentuk menjadi calon bonsai ukuran kecil/small.

Bagi anda yang ingin berhubungan dengan Mas Yono,  by phone dapat menghubungi nomor : 085 648 907 909
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bonsai Tuban - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger